membaca teks. Ketika menemukan sebuh pamflet, brosur, maupun booklet yang pertama dilihat adalah gambarnya kemudian informasi yang disampaikan. Untuk membuat perpaduan gambar dan teks diperlukan keterampilan khusus dalam mendesain sebuah image. Selain dituntut mampu mengembangkan ide juga sedikitnya harus tahu tentang mengkombinasikan warna maupun mode warna yang ada. Graphic designer lebih dikenal sebagai peran utama dalam menciptakan sebuah image yang berkualitas yang dapat membuat tampilan beberapa publikasi seperti sampul buku maupun majalah, brosur, booklet, leaflet, banner, katalog dan publikasi lain yang sejenis menjadi impresif.
Jumat, 18 Juli 2014
11.37
Admin
APA ITU PHOTOSHOP ?
Sebuah
image (gambar/foto) dapat berfungsi sebagai media yang dapat memberikan
informasi yang disampaikan kepada masyarkakat. Orang lebih mudah memahami
sebuah pesan hanya dengan melihat gambar dibanding harus
membaca teks. Ketika menemukan sebuh pamflet, brosur, maupun booklet yang pertama dilihat adalah gambarnya kemudian informasi yang disampaikan. Untuk membuat perpaduan gambar dan teks diperlukan keterampilan khusus dalam mendesain sebuah image. Selain dituntut mampu mengembangkan ide juga sedikitnya harus tahu tentang mengkombinasikan warna maupun mode warna yang ada. Graphic designer lebih dikenal sebagai peran utama dalam menciptakan sebuah image yang berkualitas yang dapat membuat tampilan beberapa publikasi seperti sampul buku maupun majalah, brosur, booklet, leaflet, banner, katalog dan publikasi lain yang sejenis menjadi impresif.
membaca teks. Ketika menemukan sebuh pamflet, brosur, maupun booklet yang pertama dilihat adalah gambarnya kemudian informasi yang disampaikan. Untuk membuat perpaduan gambar dan teks diperlukan keterampilan khusus dalam mendesain sebuah image. Selain dituntut mampu mengembangkan ide juga sedikitnya harus tahu tentang mengkombinasikan warna maupun mode warna yang ada. Graphic designer lebih dikenal sebagai peran utama dalam menciptakan sebuah image yang berkualitas yang dapat membuat tampilan beberapa publikasi seperti sampul buku maupun majalah, brosur, booklet, leaflet, banner, katalog dan publikasi lain yang sejenis menjadi impresif.
SEJARAH SINGKAT
Seorang profesor dari
Michigan (USA) bernama Glenn Knol membuat sebuah eksperimen untuk mengolah foto secara digital. Dengan alat
seadanya, sang profesor bekerja keras di ruang gelap (dark room) milik
pribadinya. Beliau memiliki dua orang anak yang bernama: John Knoll dan Thomas
Knoll. Kedua anak tersebut meneruskan cita-cita ayahnya untuk membuat sebuah
program pengolah gambar secara digital tersebut.
Singkat cerita,
akhirnya kedua saudara tersebut berhasil menciptakan sebuah program aplikasi
pengolah gambar yang saat itu masih sederhana. Atas penemuan tersebut, sebuah perusahaan bernama Image Scan memberikan
lisensi. Namun selang satu tahun, lisensi diambil alih oleh Adobe Corporation.
Kemudian program pengolah gambar tersebut diberi nama Adobe Photoshop. Versi
terakhir adalah versi 9 atau lebih dikenal dengan Adobe Photoshop CS2 (Creative
Suite).
Memang, pada awal terciptanya Photoshop hanya ditujukan untuk keperluan
pengolah gambar (fotografi). Thomas Knoll bersama timnya akhirnya mengembangkan
Photoshop untuk berbagai keperluan seperti: web design (Image Ready),
publishing (Photoshop), animasi (Image Ready), digital painting (Photoshop),
dan bidang lainnya.
Para web design maupun graphic design cenderung lebih banyak menggunakan
program Adobe Photoshop untuk membantu
pekerjaan di bidang masing-masing karena mudah digunakan, memiliki warna cerah,
mendukung plug-in dari pihak ketiga, dan hasil output yang fantastik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
RSS Feed
Twitter




0 komentar:
Posting Komentar